1 May, 2010 09:53

Hari ke-1

Merenungkan:
UMAT KAS MERAYAKAN TAHUN SYUKUR

Bergembira dan memuliakan Allah adalah ciri utama umat beriman yang mengalami kebaikan Allah, mengalami keselamatan yang datang dari Tuhan. Dalam Kitab Suci, kita banyak menemukan teks yang menyebutkan kegembiraan orang yang mengalami keselamatan dari Tuhan (mis. Kis 13:48). Refren pada Mazmur Tanggapan pada bacaan misa hari ini juga mengumandangkan suasana hati yang sama : Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita (Mzm 98). Istilah lain dari bergembira dan memuliakan Allah adalah bersyukur! Dan apabila bersyukurnya itu sepanjang tahun, maka seluruh tahun itu disebut Tahun Syukur.
Tahun 2010 ini menjadi Tahun Syukur umat beriman se Keuskupan Agung Semarang. Ada banyak alasan untuk bersyukur bagi kita. Syukur atas ulang tahun KAS yang ke 70 tahun, yang persisnya besok tanggal 25 Juni, syukur atas semangat berbagi sebagaimana digulirkan KEK I dulu (Kongres Ekaristi tahun 2008), syukur atas keterlibatan anak, remaja, kaum muda dan keluarga, syukur atas habitus baru yang digulirkan Ardas 2006-2010. Kita juga telah mengetahui bahwa tema Tahun Syukur KAS ini adalah Terlibat Berbagi Berkat.

Pujian-syukur ternyata adalah tindakan paling puncak yang dibuat Gereja dalam hidup imannya sepanjang sejarah! Apabila umat beriman mampu bersyukur, umat beriman telah sampai pada inti puncak yang pantas dibuat bagi Allah, sesama dan alam lingkungan, karena pujian-syukur inilah makna asli dari kata EKARISTI, yang berasal dari kata Yunani: eucharistia yang artinya ya itu tadi: pujian syukur. Padahal Gereja meyakini sepanjang sejarahnya bahwa Ekaristi adalah sumber dan puncak seluruh kehidupan umat kristiani (Konstitusi Dogmatis dari Konsili Vatikan II: Lumen Gentium no. 11). Konsekwensi wajar dari rumusan Ekaristi sebagai sumber dan puncak seluruh kehidupan umat kristiani ialah bahwa pujian syukur menjadi acara dan kegiatan sentral dan puncak dari seluruh hidup umat beriman, termasuk di Keuskupan Agung Semarang.

Iklan

About dowey

simple, humble family man

Posted on 1 Mei, 2010, in Katholik. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Silakan komen...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: